Lining refractory boiler seharusnya bertahan hingga jadwal perawatan berikutnya. Jika bata cepat lepas, castable retak atau dinding ruang bakar cepat aus, biasanya ada penyebab yang bisa dicegah. Berikut tujuh penyebab yang paling sering kami temui di lapangan, khususnya pada boiler industri dan boiler pabrik kelapa sawit.
1. Grade material tidak sesuai suhu
Bata atau castable dengan suhu kerja di bawah suhu operasi akan cepat melunak dan aus. Pastikan grade dipilih berdasarkan suhu tertinggi di area tersebut. Baca panduan grade SK.
2. Mortar tidak setara dengan bata
Sambungan adalah titik terlemah lining. Gunakan mortar dengan grade setara, bukan semen biasa.
3. Sambungan terlalu tebal
Sambungan yang tebal lebih cepat aus dan menjadi jalan masuk panas dan abu. Jaga tebal sambungan 1–3 mm. Lihat cara memasang bata tahan api.
4. Pengeringan dan pemanasan awal tergesa-gesa
Boiler yang langsung dinyalakan penuh setelah perbaikan sering mengalami retak dan spalling. Ikuti jadwal dry-out.
5. Kejut termal
Boiler yang sering mati-hidup atau didinginkan mendadak (misalnya dengan membuka pintu lebar-lebar) membuat lining retak. Turunkan dan naikkan suhu secara bertahap.
6. Serangan abu dan kerak
Abu dari bahan bakar biomassa seperti fiber dan cangkang sawit atau ampas tebu dapat menempel dan bereaksi dengan permukaan refractory. Bersihkan kerak secara rutin dan pertimbangkan grade yang lebih tinggi untuk area yang paling parah.
7. Tidak ada lapisan isolasi
Tanpa isolasi, panas menembus ke dinding luar, struktur baja ikut memuai, dan lining lebih mudah retak. Lapisan isolasi juga menghemat bahan bakar.
Langkah pencegahan singkat
- Catat area yang paling sering rusak setiap perawatan.
- Sesuaikan grade untuk area tersebut.
- Siapkan stok material sebelum jadwal perawatan.
- Libatkan pemasok sejak tahap perencanaan perbaikan.
BACA JUGA
LINING BOILER ANDA SERING RUSAK?
Kirimkan suhu operasi, jenis peralatan, ukuran area dan lokasi pengiriman. Tim kami bantu merekomendasikan grade yang tepat dan menghitung kebutuhannya, gratis.
