Daftar istilah yang sering muncul saat membeli atau memasang material tahan api, dijelaskan dengan bahasa sederhana.
Refractory (material tahan api)
Material yang tetap kuat dan stabil pada suhu tinggi, dipakai untuk melapisi peralatan panas seperti furnace, boiler dan kiln.
Fire brick (bata tahan api)
Refractory berbentuk bata yang sudah dibakar di pabrik, dipasang dengan mortar. Lihat Fire Brick.
Castable (semen tahan api / cor tahan api)
Refractory berbentuk bubuk yang dicampur air lalu dicor di lokasi. Lihat Refractory Castable.
Low cement castable (LCC)
Castable dengan kandungan semen (CaO) rendah, biasanya di bawah 2,5 %, ditambah bahan halus dan dispersan sehingga butuh air jauh lebih sedikit. Hasilnya lebih padat, porositas rendah dan kuat tekan tinggi. Butuh takaran air yang ketat, pemasangan dengan vibrator dan dry-out yang lebih hati-hati dibanding castable konvensional. Contoh: RCH 60 LC.
Mortar refractory
Perekat untuk sambungan bata tahan api. Jenis heat setting mengikat penuh setelah dipanaskan; jenis air setting sudah mengeras di suhu ruang.
Plastic / mouldable refractory
Refractory siap pakai berbentuk adonan plastis yang dipadatkan langsung di lokasi, cocok untuk perbaikan.
Insulating brick / insulating castable
Material ringan berdaya hantar panas rendah untuk lapisan isolasi di belakang lapisan kerja.
Grade SK (Seger Kegel)
Kode tingkat ketahanan api bata, misalnya SK-34 atau SK-36. Semakin tinggi angkanya, semakin tinggi ketahanan apinya. Lihat panduan grade SK.
Refractoriness
Suhu saat material mulai melunak pada pengujian laboratorium. Bukan suhu kerja yang aman untuk pemakaian terus-menerus.
Suhu kerja (service temperature)
Suhu yang direkomendasikan untuk pemakaian. Nilainya selalu lebih rendah dari refractoriness dan bergantung kondisi operasi.
Alumina (Al₂O₃)
Komponen utama yang menentukan ketahanan api. Material high alumina memiliki kandungan Al₂O₃ tinggi.
Fireclay
Bahan baku tanah liat tahan api yang menjadi dasar banyak bata dan mortar refractory.
Bulk density
Massa per volume material (g/cm³). Dipakai untuk menghitung kebutuhan castable per m³.
CCS (Cold Crushing Strength)
Kuat tekan dingin, kekuatan material saat ditekan pada suhu ruang.
MOR (Modulus of Rupture)
Kuat lentur material, diuji dengan pembebanan tiga titik.
Konduktivitas termal
Kemampuan material menghantarkan panas. Semakin rendah, semakin baik sebagai isolasi.
Hot face
Sisi lining yang langsung terkena panas atau api.
Backup lining
Lapisan di belakang hot face, umumnya material isolasi.
Dry-out (pengeringan awal)
Pemanasan bertahap pertama kali untuk mengeluarkan air dari lining, terutama castable. Lihat panduan dry-out.
Curing
Masa pengerasan awal castable setelah dicor, umumnya minimal 24 jam dengan permukaan dijaga lembap.
Spalling
Pengelupasan permukaan refractory, sering akibat pemanasan terlalu cepat atau kejut termal.
Kejut termal (thermal shock)
Kerusakan akibat perubahan suhu yang mendadak.
Slag / terak
Lelehan abu atau kotoran yang dapat menempel dan menyerang permukaan refractory.
Expansion joint (celah muai)
Celah yang sengaja dibuat pada lining untuk menampung pemuaian saat panas.
Arch / lengkungan
Konstruksi lengkung pada atap atau pintu ruang bakar, memakai bata bentuk arch/wedge atau castable.
TDS (Technical Data Sheet)
Dokumen data teknis produk. Unduh di halaman Download TDS.
BACA JUGA
MASIH BINGUNG MEMILIH?
Kirimkan suhu operasi, jenis peralatan, ukuran area dan lokasi pengiriman. Tim kami bantu merekomendasikan grade yang tepat dan menghitung kebutuhannya, gratis.