Incinerator mini yang awet dibuat dari ruang bakar berlapis fire brick SK-34 atau SK-36, dibungkus insulating brick, dilengkapi grate (rangka bakar), pintu yang bisa ditutup, dan cerobong yang cukup tinggi. Untuk ruang bakar dalam 60 × 60 × 100 cm, kebutuhannya sekitar 210 fire brick, 140 insulating brick, dan castable untuk atap. Panduan ini khusus untuk sampah non-B3 skala kecil; limbah medis dan limbah B3 lainnya wajib diserahkan kepada pihak yang memiliki izin pengelolaan.
Batasan Penting Sebelum Membangun
- Hanya sampah non-B3 seperti daun, ranting, kertas, kardus, dan sisa kayu. Limbah medis, oli bekas, kemasan bahan kimia, baterai, dan limbah B3 lain tidak boleh dibakar di incinerator mini.
- Hindari membakar plastik dan karet. Pembakaran bersuhu rendah menghasilkan asap pekat dan zat berbahaya. Pilah dan serahkan ke bank sampah atau pengepul bila memungkinkan.
- Cek aturan setempat. Pembakaran sampah dan emisinya diatur oleh pemerintah daerah. Tanyakan ke kelurahan atau dinas lingkungan hidup sebelum membangun.
Untuk incinerator rumah sakit dan industri dengan ruang bakar ganda serta burner, desainnya berbeda dan kami bahas di halaman refractory untuk incinerator.
Desain Dasar Incinerator Mini
| Bagian | Contoh ukuran / keterangan | Material |
|---|---|---|
| Ruang bakar dalam | 60 × 60 cm, tinggi total 100 cm | Fire brick SK-34 / SK-36 |
| Ruang abu (di bawah grate) | ±25 cm dari lantai | Fire brick |
| Grate | Batang besi cor, rel, atau besi tebal, celah 2–3 cm | Baja/besi cor, bisa dilepas |
| Pintu umpan | ±40 × 40 cm, di atas grate | Pintu plat baja berlapis castable |
| Pintu abu / udara primer | ±30 × 20 cm, bukaan bisa diatur | Plat baja |
| Atap | Tebal ±10 cm dengan lubang cerobong 20 × 20 cm | Castable RCH-17 |
| Isolasi | Satu lapis di belakang fire brick | Insulating brick B-1/C-1 |
| Cerobong | Contoh 3–4 m, lebih tinggi dari atap sekitar | Pipa baja, bagian bawah berlapis refractory |
Ukuran di atas hanya contoh. Kapasitas dan tinggi cerobong perlu disesuaikan dengan volume sampah harian dan kondisi lokasi.
Memilih Material Lining
- Fire brick SK-34 (suhu kerja maks. ±1.350°C, Al2O3 25–30 %, CCS 110–145 kgf/cm²) memadai untuk ruang bakar sampah kering skala kecil.
- Fire brick SK-36 (±1.500°C, Al2O3 38–45 %, CCS 220–240 kgf/cm²) disarankan di area yang sering terbentur saat memasukkan sampah, sekitar pintu umpan dan di atas grate, atau bila incinerator dipakai setiap hari.
- Insulating brick B-1 atau C-1 sebagai lapisan isolasi di belakang fire brick, direkatkan dengan insulating mortar.
- Refractory mortar SK-34 (bubuk, sak 50 kg) untuk menyambung fire brick dengan tebal sambungan 1–3 mm.
- Castable RCH-17 (suhu kerja kontinu 1.300°C, kebutuhan ±2.150 kg/m³) untuk atap dan lapisan dalam daun pintu.
Hindari bata merah dan adukan semen-pasir di sisi yang terkena api. Keduanya cepat retak dan rontok karena pemanasan berulang. Penjelasan kerusakan lining yang mirip bisa dibaca di artikel penyebab lining cepat rusak.
Contoh Perhitungan Material
Asumsi: ruang dalam 0,60 × 0,60 m, tinggi 1,0 m, dinding fire brick tebal 114 mm, bata standar 230 × 114 × 65 mm dengan sambungan 2 mm (volume per bata plus sambungan 0,232 × 0,116 × 0,067 = 0,001803 m³).
- Dinding fire brick. Ukuran luar 0,828 × 0,828 m. Volume pasangan = (0,828 × 0,828 − 0,60 × 0,60) × 1,0 = 0,326 m³. Jumlah bata = 0,326 / 0,001803 ≈ 181 bata.
- Dikurangi bukaan pintu. Pintu umpan 0,40 × 0,40 × 0,114 = 0,018 m³ (±10 bata) dan pintu abu 0,30 × 0,20 × 0,114 = 0,007 m³ (±4 bata). Dinding menjadi ±167 bata.
- Lantai. Bata rebah 0,828 × 0,828 = 0,686 m² × ±37 bata per m² ≈ 26 bata.
- Total fire brick ±193 bata, ditambah cadangan potong 10 % ≈ 210 bata.
- Insulating brick dipasang tegak setebal 65 mm di sekeliling dinding. Keliling tengah lapisan 2 × (0,893 + 0,893) = 3,57 m × tinggi 1,0 m = 3,57 m². Satu bata menutup 0,232 × 0,116 = 0,0269 m², jadi ≈ 133 bata, dengan cadangan ±140 bata. Hitungan ini mengasumsikan ukuran sama dengan bata standar; konfirmasi ukuran insulating brick ke tim kami.
- Atap castable. (0,828 × 0,828 − 0,20 × 0,20) × 0,10 = 0,065 m³ × 2.150 kg/m³ ≈ 139 kg, dengan cadangan 10 % ≈ 153 kg atau 7 sak 25 kg.
- Mortar. Patokan lapangan kami ±270 kg refractory mortar per 1.000 bata (±0,27 kg per bata): 210 × 0,27 ≈ 57 kg refractory mortar (2 sak 50 kg) dan 140 × 0,3 ≈ 42 kg insulating mortar (1–2 sak 40 kg).
Hitung ulang untuk ukuran Anda dengan kalkulator refractory.
Langkah Pembuatan
- Buat pondasi beton yang rata dan kering, jauh dari bangunan dan bahan mudah terbakar.
- Pasang lantai fire brick, lalu dinding lapis demi lapis dengan sambungan tipis dan susunan saling silang. Teknik pemasangan dijelaskan di cara memasang bata tahan api.
- Pasang insulating brick di belakang fire brick, lalu lapisan luar dari bata merah, plester, atau cangkang plat baja.
- Pasang kusen dan dudukan grate dari besi siku pada ketinggian ±25 cm. Grate sebaiknya bisa dilepas untuk diganti.
- Buat beberapa lubang udara sekunder kecil di atas tumpukan sampah agar gas yang belum terbakar mendapat tambahan udara.
- Cor atap castable di atas bekisting dengan angkur baja tahan karat yang dikaitkan ke rangka atas. Alternatifnya, buat atap lengkung dari fire brick.
- Pasang cerobong dan penangkap bara (spark arrestor) di ujungnya.
Pengeringan Awal
Diamkan 2–3 hari setelah pemasangan, lalu bakar sedikit kertas dan ranting kering dengan pintu sedikit terbuka. Ulangi selama beberapa hari dengan api yang makin besar sebelum dipakai penuh. Atap castable paling sensitif terhadap pemanasan mendadak, jadi ikuti prinsip di jadwal dry out castable refractory.
Catatan Keselamatan
- Karbon monoksida dan asap. Tempatkan di area terbuka, bukan di dalam gudang atau dapur. Ujung cerobong lebih tinggi dari atap sekitar dan jauh dari jendela.
- Jarak aman. Beri jarak lega dari bangunan, pagar kayu, pepohonan kering, dan tumpukan sampah yang belum dibakar.
- APD. Sarung tangan tahan panas, kacamata pelindung, sepatu tertutup, dan masker saat membersihkan abu. Gunakan masker debu saat memotong bata.
- Jangan memasukkan kaleng aerosol, tabung gas, atau botol tertutup karena bisa meledak.
- Abu dan bara dibuang setelah benar-benar dingin, ke wadah logam.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Bolehkah incinerator mini dipakai untuk limbah klinik?
Tidak. Limbah medis termasuk limbah B3 yang wajib dikelola pihak berizin dengan fasilitas dan perizinan khusus.
Mengapa perlu lapisan insulating brick?
Isolasi menahan panas tetap di ruang bakar sehingga suhu lebih cepat naik, pembakaran lebih sempurna, asap berkurang, dan dinding luar tidak terlalu panas.
Berapa lama fire brick incinerator mini bisa bertahan?
Tergantung frekuensi pemakaian, jenis sampah, benturan saat memasukkan sampah, dan kualitas pemasangan. Pemeriksaan rutin dan penambalan dini memperpanjang umur lining.
Butuh hitungan material untuk incinerator Anda? Kirim ukuran, jenis sampah, dan foto lokasi ke WhatsApp 0821-5198-5776 atau melalui minta penawaran. Konsultasi gratis.
BUTUH REKOMENDASI MATERIAL?
Kirimkan suhu operasi, jenis peralatan, ukuran area dan lokasi pengiriman. Tim Richo Refractory bantu merekomendasikan grade yang tepat dan menghitung kebutuhannya, gratis.
