Fire brick SK-36 dengan stempel grade

Ukuran Bata Tahan Api: Standar 230×114×65 mm, Arch, Wedge, dan Berat per Pcs

Ukuran standar bata tahan api adalah 230 × 114 × 65 mm (panjang × lebar × tebal). Selain bata standar (straight), ada bentuk split yang lebih tipis, bata arch dan wedge yang meruncing untuk lengkungan, serta bentuk khusus sesuai gambar. Memahami fungsi tiap bentuk membantu Anda memesan dengan tepat dan menghitung kebutuhan tanpa banyak memotong bata di lokasi.

Ukuran Standar Bata Tahan Api: 230 × 114 × 65 mm

Ukuran 230 × 114 × 65 mm dipakai luas karena modular: panjang 230 mm kira-kira sama dengan dua kali lebar 114 mm ditambah satu sambungan. Dengan begitu, bata bisa disusun memanjang (stretcher) atau melintang (header) dan pola ikatannya tetap rapi.

  • Dinding setebal 114 mm: bata dipasang memanjang, yang terlihat sisi 230 × 65 mm.
  • Dinding setebal 230 mm: bata dipasang melintang, yang terlihat sisi 114 × 65 mm, atau dikombinasikan memanjang dan melintang.
  • Tebal sambungan mortar yang dianjurkan untuk bata tahan api adalah 1–3 mm, jauh lebih tipis daripada pasangan bata bangunan.

Volume satu bata standar: 23 × 11,4 × 6,5 cm = 1.704,3 cm³ (sekitar 1,7 liter). Angka ini dipakai untuk menghitung berat dan jumlah bata.

Bentuk-Bentuk Bata Tahan Api dan Fungsinya

Fire brick RCH tersedia dalam ukuran standar, split, arch (Y-1, Y-2, Y-3), wedge (T-1, T-2, T-3), dan bentuk khusus sesuai gambar.

Bentuk Ciri Fungsi utama
Standar (straight) 230 × 114 × 65 mm, semua sisi sejajar Dinding lurus, lantai, sebagian besar pasangan
Split Lebih tipis dari bata standar Menyesuaikan ketinggian lapisan, menutup sisa ruang, lantai dan tepi
Arch (Y-1, Y-2, Y-3) Satu sisi lebih tebal dari sisi lainnya (meruncing) Lengkungan atap, cincin silinder, mulut tungku
Wedge (T-1, T-2, T-3) Meruncing, dengan arah kemiringan berbeda dari arch Lengkungan dengan tebal lining berbeda, kombinasi dengan arch
Bentuk khusus (custom) Sesuai gambar kerja Detail yang tidak bisa dibentuk dari bata standar

Bata split

Bata split dipakai ketika tinggi atau tebal pasangan tidak pas dengan kelipatan 65 mm. Daripada membelah bata standar di lokasi, yang sering menghasilkan permukaan tidak rata dan sambungan tebal, lebih rapi memakai bata split hasil cetak pabrik.

Bata arch dan wedge

Arch dan wedge sama-sama meruncing: satu ujung lebih tebal daripada ujung lainnya. Bila disusun berjajar, sisi yang lebih tipis berada di bagian dalam lengkungan, sehingga terbentuk busur atau cincin tanpa celah berbentuk segitiga. Perbedaan arch dan wedge terletak pada sisi mana kemiringannya berada, sehingga masing-masing cocok untuk ketebalan lining yang berbeda. Kode 1, 2, dan 3 menunjukkan tingkat kemiringan yang berbeda, yang berarti jari-jari lengkungan alaminya juga berbeda. Konvensi penamaan bisa berbeda antar pabrik, jadi selalu minta gambar dan ukuran detail ke tim kami sebelum menghitung.

Bentuk khusus

RCH membuat bata bentuk khusus sesuai gambar dengan press dan kiln sendiri. Bentuk ini berguna untuk detail seperti lubang, sudut tertentu, atau dudukan yang sulit dibuat dari potongan bata standar.

Cara Menentukan Kombinasi Arch dan Wedge untuk Lengkungan

Prinsipnya sederhana: keliling sisi luar lengkungan lebih panjang daripada sisi dalam. Selisih itu harus “diserap” oleh bata yang meruncing. Bata lurus tidak menambah selisih, sedangkan setiap bata miring menyumbang selisih sebesar beda tebal kedua ujungnya. Sambungan mortar yang tebalnya sama di sisi dalam dan luar tidak mengubah selisih.

Misalkan tebal lining (arah radial) adalah t, ujung tebal bata miring a, ujung tipis b, tebal sambungan j, dan jari-jari dalam r. Rumus dasarnya:

  • Jumlah bata miring untuk satu lingkaran penuh: N miring = 2π × t ÷ (a − b). Untuk busur sebagian, ganti 2π dengan sudut busur dalam radian. Perhatikan bahwa jumlah ini tidak bergantung pada jari-jari.
  • Jari-jari alami bila hanya memakai bata miring: r = t × b ÷ (a − b), dengan sambungan diabaikan.
  • Jumlah bata lurus pengisi: N lurus = (2π × r − N miring × (b + j)) ÷ (65 + j).

Contoh perhitungan (angka ilustrasi, bukan dimensi produk): sebuah cincin dengan jari-jari dalam 2.000 mm dan tebal lining 230 mm memakai bata miring hipotetis dengan beda tebal ujung 10 mm (misal a = 65 mm, b = 55 mm), sambungan 2 mm.

  1. N miring = 2 × 3,1416 × 230 ÷ 10 = 144,5, dibulatkan menjadi 145 pcs.
  2. Keliling dalam = 2 × 3,1416 × 2.000 = 12.566 mm.
  3. Ruang yang terpakai bata miring di sisi dalam = 145 × (55 + 2) = 8.265 mm.
  4. Sisa keliling = 12.566 − 8.265 = 4.301 mm, diisi bata lurus: 4.301 ÷ (65 + 2) = 64 pcs.

Jadi satu cincin membutuhkan sekitar 145 bata miring dan 64 bata lurus. Jika jari-jari yang diinginkan lebih kecil daripada jari-jari alami bata miring, berarti kemiringannya kurang, dan Anda perlu bata dengan kemiringan lebih besar atau kombinasi dua tipe bata miring. Bata lurus sebaiknya disebar merata di antara bata miring, bukan dikumpulkan di satu sisi. Untuk menghitung dengan ukuran asli bata arch (Y-1, Y-2, Y-3) dan wedge (T-1, T-2, T-3) Richo Refractory, gunakan kalkulator bata lengkung (arch/wedge): cukup isi diameter dalam atau bentang lengkung, kalkulator akan memilih tipe bata dan menghitung jumlah pcs-nya. Untuk bentuk yang lebih rumit, kirimkan gambar lengkungan Anda ke tim kami.

Berat Bata Tahan Api per Pcs

Berat bata bisa diperkirakan dengan rumus:

Berat (g) = volume (cm³) × bulk density (g/cm³)

Contoh untuk SK-34 dengan bulk density 1,90–1,95 g/cm³:

  • 1.704,3 cm³ × 1,90 g/cm³ = 3.238 g
  • 1.704,3 cm³ × 1,95 g/cm³ = 3.323 g

Jadi satu bata SK-34 ukuran standar beratnya sekitar 3,2–3,3 kg, dan 1 ton berisi sekitar 300–309 pcs. Dengan cara yang sama, perkiraan berat grade lain:

Grade Bulk density (g/cm³) Perkiraan berat per pcs (230 × 114 × 65 mm)
SK-32 1,80–1,90 ±3,07–3,24 kg
SK-34 1,90–1,95 ±3,24–3,32 kg
SK-36 2,15–2,30 ±3,66–3,92 kg
SK-38 2,30–2,45 ±3,92–4,18 kg

Angka ini adalah perkiraan dari nilai tipikal TDS dan berguna untuk menghitung muatan truk atau beban struktur. Berat aktual bisa sedikit berbeda karena toleransi ukuran dan densitas. Nilai bulk density tiap produk tercantum di TDS, dan perbedaan grade dibahas di grade SK bata tahan api.

Perkiraan Jumlah Bata per m² dan per m³

Dengan sambungan 2 mm, ukuran bata efektif menjadi 232 × 116 × 67 mm:

  • Dinding tebal 114 mm: 1 ÷ (0,232 × 0,067) = sekitar 64 pcs/m².
  • Dinding tebal 230 mm: 1 ÷ (0,116 × 0,067) = sekitar 129 pcs/m².
  • Per volume pasangan: 1 ÷ (0,232 × 0,116 × 0,067) = sekitar 555 pcs/m³.

Tambahkan cadangan sekitar 3–5 % untuk potongan dan pecah. Hitungan cepat bisa dilakukan dengan kalkulator refractory, sedangkan teknik pemasangannya ada di artikel cara memasang bata tahan api.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah ukuran bata tahan api dari semua pabrik sama?

Ukuran 230 × 114 × 65 mm sangat umum, tetapi toleransi dan ukuran bentuk khusus bisa berbeda antar pabrik. Saat mengganti sebagian lining, cek ukuran aktual bata lama agar sambungan tetap tipis dan rata.

Bolehkah bata tahan api dipotong di lokasi?

Boleh, menggunakan mesin potong atau gerinda dengan mata potong yang sesuai. Namun potongan yang banyak memperlambat pekerjaan dan sering menghasilkan sambungan tidak rata. Untuk lengkungan dan detail berulang, bata arch, wedge, split, atau bentuk khusus biasanya lebih rapi.

Berapa berat bata SK-36 per pcs?

Dengan bulk density 2,15–2,30 g/cm³, satu bata standar SK-36 beratnya sekitar 3,66–3,92 kg.

Bisakah memesan bata dengan ukuran khusus?

Bisa. RCH membuat bentuk khusus sesuai gambar kerja. Sertakan gambar dengan dimensi, grade yang diinginkan, dan jumlah, lalu tim kami akan mengecek kelayakan produksinya.

Punya lengkungan atau bentuk tungku yang perlu dihitung? Kirimkan foto, gambar, ukuran, dan suhu kerja melalui WhatsApp 0821-5198-5776 atau halaman minta penawaran untuk konsultasi gratis.

BUTUH REKOMENDASI MATERIAL?

Kirimkan suhu operasi, jenis peralatan, ukuran area dan lokasi pengiriman. Tim Richo Refractory bantu merekomendasikan grade yang tepat dan menghitung kebutuhannya, gratis.

Konsultasi via WhatsAppIsi Form PenawaranTelp (031) 7664809