Insulating castable Richo Refractory

Insulating Castable: Fungsi, Perbedaan SIC 1100 dan SIC 1300, serta Cara Memasangnya

Insulating castable adalah semen tahan api ringan yang dicor atau ditempel untuk membuat lapisan isolasi panas, biasanya di belakang fire brick atau dense castable. Fungsinya menahan panas agar tidak bocor ke dinding luar, sehingga suhu casing lebih rendah dan pemakaian bahan bakar lebih efisien. Karena ringan dan berpori, insulating castable bukan untuk hot face yang terkena abrasi abu atau benturan.

Apa Itu Insulating Castable?

Seperti castable refractory padat, insulating castable berbentuk bubuk kering yang dicampur air lalu dicor ke dalam cetakan atau ditempel ke dinding. Bedanya, agregat yang dipakai adalah agregat ringan berpori. Hasilnya adalah lapisan yang jauh lebih ringan dengan daya hantar panas rendah, sehingga lapisan yang relatif tipis sudah bisa menahan panas dengan baik.

Keunggulan utama insulating castable dibanding bata isolasi adalah fleksibilitas bentuk. Castable bisa mengikuti bentuk ducting, atap, sudut, dan permukaan tidak beraturan tanpa banyak memotong bata, serta menghasilkan lapisan tanpa sambungan.

Insulating Castable SUPER: SIC 1100 vs SIC 1300

RCH memproduksi insulating castable merek SUPER dalam kemasan sak 10 kg dengan dua tipe:

Parameter (nilai tipikal) SIC 1100 SIC 1300
Suhu kerja ±1.000°C ±1.200°C
Bulk density 0,95–1,15 g/cm³ 1,05–1,25 g/cm³
Kemasan Sak 10 kg Sak 10 kg
Posisi di lining Backup / isolasi Backup / isolasi di zona lebih panas
Hot face abrasif Tidak disarankan Tidak disarankan

Sebagai pembanding, dense castable RCH-16 memiliki bulk density 1,95–2,05 g/cm³ dan RCH-18S mencapai 2,50–2,60 g/cm³. Artinya insulating castable kira-kira hanya setengah berat dense castable atau kurang, dan inilah yang membuatnya efektif sebagai isolator.

Cara memilihnya sederhana: tentukan perkiraan suhu di lapisan tempat castable akan dipasang. Bila suhu di permukaan belakang lapisan hot face masih jauh di bawah ±1.000°C, SIC 1100 umumnya sudah memadai. Bila suhu di lapisan tersebut lebih tinggi, pilih SIC 1300. Bila ragu, tim kami dapat membantu memperkirakannya dari data tungku. Data lengkap ada di halaman Download TDS.

Di Mana Insulating Castable Dipakai?

  • Backup lining di belakang fire brick atau dense castable pada dinding boiler, tungku, dan kiln.
  • Ducting dan saluran gas panas, baik sebagai lapisan isolasi di belakang lapisan tahan aus maupun sebagai lapisan tunggal pada gas yang bersih dan suhunya sesuai.
  • Atap dan penutup tungku, karena bobotnya ringan sehingga beban pada struktur atap lebih kecil.
  • Dinding luar dan lantai yang perlu diisolasi untuk menurunkan suhu permukaan luar.
  • Pintu tungku dan cerobong yang tidak menerima gesekan berat.

Contoh penerapan di berbagai industri dapat dilihat di halaman refractory untuk boiler dan furnace industri serta kiln dan oven pengering.

Contoh Desain Lapisan

Berikut contoh konsep susunan lining. Tebal dan tipe akhir harus disesuaikan dengan suhu operasi, kondisi abu, dan ruang yang tersedia.

Aplikasi Hot face Backup
Dinding ruang bakar boiler biomassa Fire brick SK-34, tebal 114 mm Insulating castable SIC 1100 atau SIC 1300 sesuai suhu antarmuka
Ducting gas panas berdebu Dense castable RCH-16S atau sesuai suhu Insulating castable SIC 1100
Atap tungku dengan gas bersih Dense castable atau fire brick sesuai suhu Insulating castable untuk mengurangi beban dan kehilangan panas

Perkiraan kebutuhan material

Perkiraan awal kebutuhan bisa dihitung dari volume lapisan dikali bulk density, lalu ditambah cadangan susut dan tumpah:

  • Rumus: kebutuhan (kg) ≈ luas (m²) × tebal (m) × bulk density (kg/m³) × (1 + cadangan)
  • Contoh: lapisan SIC 1100 setebal 100 mm seluas 10 m², dengan bulk density tengah 1,05 g/cm³ = 1.050 kg/m³.
  • Volume = 10 × 0,10 = 1,0 m³. Berat ≈ 1,0 × 1.050 = 1.050 kg.
  • Dengan cadangan 10 %: 1.050 × 1,10 = 1.155 kg, atau ±116 sak 10 kg.

Angka ini adalah perkiraan kasar. Kebutuhan pasti mengikuti data TDS dan metode pemasangan. Anda juga bisa memakai kalkulator refractory.

Cara Mengaduk dan Memasang Insulating Castable

  1. Siapkan permukaan dan anchor. Pastikan dinding atau casing bersih dari karat lepas, minyak, dan debu. Pasang anchor sesuai desain agar lapisan tertahan dengan baik, terutama pada dinding tegak dan atap.
  2. Siapkan cetakan. Bekisting harus kuat, rapat, dan diberi pelumas cetakan agar mudah dibongkar. Bila castable akan menempel pada bata, basahi permukaan bata agar tidak menyerap air campuran.
  3. Takar air sesuai TDS. Gunakan air bersih dan takaran sesuai petunjuk TDS produk. Kelebihan air membuat castable lemah dan menyusut, sedangkan kekurangan air membuat campuran sulit dipadatkan dan berongga.
  4. Aduk secukupnya. Masukkan bubuk ke mixer, tambahkan air, dan aduk hingga rata. Jangan mengaduk terlalu lama atau terlalu keras karena agregat ringan bisa hancur sehingga densitas naik dan sifat isolasinya turun.
  5. Cor atau tempel segera. Gunakan campuran sebelum mulai mengeras. Jangan menambah air ke campuran yang sudah mulai kaku.
  6. Padatkan secukupnya, jangan berlebihan. Ratakan dan padatkan ringan dengan tangan, sendok, atau tusukan batang. Jangan memakai vibrator secara berlebihan, karena getaran yang terlalu lama memisahkan agregat ringan ke atas dan pasta ke bawah sehingga lapisan tidak seragam.
  7. Curing. Jaga permukaan agar tidak cepat kering selama masa curing awal, misalnya ditutup plastik atau karung basah, terutama di tempat panas dan berangin.
  8. Pemanasan awal bertahap. Naikkan suhu perlahan dengan waktu tahan agar air keluar tanpa merusak lapisan. Prinsipnya sama seperti pada jadwal dry out castable refractory.

Kesalahan Umum

  • Memakai insulating castable sebagai hot face di area abrasif. Di ruang bakar dengan abu, ducting dengan debu kasar, atau area benturan, lapisan ringan akan cepat terkikis. Pasang fire brick atau dense castable di depannya.
  • Menambah air agar mudah dicor. Castable menjadi lemah, susut besar, dan retak.
  • Memadatkan dengan vibrator terlalu lama. Agregat ringan naik ke permukaan dan lapisan bawah menjadi padat sehingga isolasi tidak merata.
  • Salah pilih tipe. Memakai SIC 1100 di lapisan yang suhunya melebihi ±1.000°C dapat menyebabkan penyusutan dan retak.
  • Pemanasan awal terlalu cepat. Uap air yang terperangkap dapat menyebabkan retak atau pengelupasan.
  • Menyimpan sak di tempat lembap. Bubuk yang menyerap lembap bisa menggumpal dan sifat pengikatnya menurun.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa beda insulating castable dan dense castable?

Dense castable padat dan kuat untuk hot face yang terkena panas langsung dan abrasi. Insulating castable ringan dan berpori untuk menahan panas di lapisan belakang. Keduanya sering dipakai bersamaan.

Apakah insulating castable bisa dipakai tanpa lapisan pelindung?

Bisa pada area dengan gas bersih, tanpa abrasi, dan suhu sesuai batas tipe yang dipilih. Pada ruang bakar dan saluran berdebu, sebaiknya dilindungi lapisan hot face yang padat.

Lebih baik insulating castable atau insulating brick?

Insulating castable unggul untuk bentuk tidak beraturan, atap, dan ducting karena bisa dicor tanpa sambungan. Insulating brick praktis untuk dinding datar dan mudah diganti per bagian. Pilihan tergantung bentuk dan metode kerja di lapangan.

Berapa air yang dibutuhkan untuk mencampur SIC 1100 dan SIC 1300?

Ikuti takaran air pada TDS masing-masing tipe dan jangan menambah di luar rentang tersebut. Bila TDS belum Anda miliki, unduh di halaman Download TDS atau minta ke tim kami.

Perlu bantuan memilih tipe dan tebal insulating castable untuk tungku, boiler, atau ducting Anda? Konsultasi gratis dengan tim CV Richo Refractory. Kirim foto, ukuran, dan suhu kerja via WhatsApp 0821-5198-5776 atau melalui halaman minta penawaran.

BUTUH REKOMENDASI MATERIAL?

Kirimkan suhu operasi, jenis peralatan, ukuran area dan lokasi pengiriman. Tim Richo Refractory bantu merekomendasikan grade yang tepat dan menghitung kebutuhannya, gratis.

Konsultasi via WhatsAppIsi Form PenawaranTelp (031) 7664809