Refractory rotary kiln tidak memakai satu jenis material untuk seluruh panjang kiln. Dinding silinder yang berputar umumnya dilapisi bata karena tahan terhadap gerakan dan deformasi shell, sedangkan bagian ujung seperti inlet, nose ring, dan hood lebih sering memakai castable atau low cement castable karena bentuknya rumit dan bebannya abrasif. Pilihan untuk tiap zona ditentukan oleh suhu, abrasi, sifat kimia material yang diproses, dan perilaku mekanis shell.
Mengenal Zona pada Rotary Kiln
Rotary kiln adalah silinder baja panjang yang miring dan berputar pelan. Material masuk di ujung atas (inlet) dan bergerak ke ujung bawah (outlet) tempat burner berada. Nama dan panjang zona berbeda untuk kiln semen, kapur, nikel, atau mineral lain, tetapi secara umum dikenal zona berikut.
1. Inlet (feed end)
Ujung masuk material. Suhu relatif lebih rendah, tetapi abrasi tinggi karena material masih kasar dan jatuh dari chute. Di sini juga terdapat inlet seal dan kadang lifter atau dam.
2. Zona pemanasan awal dan kalsinasi
Material dikeringkan, dipanaskan, lalu mengalami reaksi kimia seperti pelepasan CO2 pada batu kapur. Suhu naik bertahap. Lining di zona ini menghadapi abrasi material yang bergulir serta kemungkinan serangan kimia dari gas dan debu.
3. Zona bakar (burning/sintering zone)
Zona terpanas di dekat burner. Pada kiln semen, material di zona ini membentuk lapisan pelindung (coating) di permukaan lining, dan kondisi kimianya bersifat basa. Karena itu zona bakar kiln semen umumnya memakai bata basa seperti bata magnesia-spinel atau sejenisnya. Bata basa bukan produk RCH; untuk zona ini kami sarankan berkonsultasi dengan pemasok khusus bata basa.
4. Zona pendinginan dan outlet (discharge end)
Material panas keluar melewati nose ring menuju cooler. Nose ring dan area outlet mengalami suhu tinggi, abrasi berat, dan kejutan termal dari udara pendingin.
5. Kiln hood dan burner pipe
Bagian diam (tidak berputar) di ujung outlet. Bentuknya kompleks, sehingga umumnya dilapisi castable dengan anchor.
Faktor Pemilihan Refractory Rotary Kiln
- Suhu kerja. Material harus punya margin terhadap suhu maksimal di zona tersebut, termasuk saat kondisi tidak normal.
- Abrasi. Material yang bergulir terus-menerus menggerus permukaan lining. Bata padat dan low cement castable punya ketahanan abrasi yang tinggi.
- Kimia. Material proses dapat bersifat basa, asam, atau mengandung alkali dan sulfur yang bereaksi dengan refractory. Kecocokan kimia sangat menentukan umur lining.
- Putaran dan deformasi shell. Shell kiln sedikit berubah bentuk (ovality) setiap putaran, terutama di dekat ban (tyre). Lining bata yang tersusun dari banyak unit lebih toleran terhadap gerakan ini dibanding lapisan monolitik yang besar.
- Kemudahan perbaikan. Lamanya kiln berhenti sangat berpengaruh pada biaya produksi. Material yang cepat dipasang dan cepat dikeringkan menjadi pertimbangan penting.
Kapan Memakai Bata, Kapan Castable?
| Zona / bagian | Pilihan umum | Alasan |
|---|---|---|
| Dinding silinder zona pemanasan awal | Fire brick SK-36 (±1.500°C) | Suhu sedang, tahan abrasi, toleran terhadap gerakan shell |
| Dinding silinder zona kalsinasi / transisi | Bata high alumina SK-38 (±1.600°C, Al2O3 64–70 %) | Suhu lebih tinggi, butuh refractoriness dan kekuatan |
| Zona bakar kiln semen | Bata basa (bukan produk RCH) | Kecocokan kimia dengan clinker dan coating |
| Inlet, inlet seal, dam | RCH 60 LC atau RCH 70 LC dengan anchor | Bentuk rumit, abrasi tinggi |
| Nose ring, outlet | RCH 70 LC (±1.550°C, Al2O3 76–80 %) atau RCH 60 LC | Suhu tinggi, abrasi, kejutan termal |
| Kiln hood | Castable RCH-17S / RCH-18S, atau low cement di area abrasif | Bagian diam dengan bentuk kompleks |
| Burner pipe | Castable high alumina atau low cement dengan anchor | Bentuk silinder kecil, kejutan termal |
Nilai suhu di atas adalah nilai tipikal TDS RCH, bukan spesifikasi kontrak. Lihat data lengkap di halaman download TDS.
Bata high alumina untuk dinding silinder
Bata untuk rotary kiln dipasang melingkar, sehingga bentuknya harus tirus (tapered) agar rapat mengikuti lengkung shell. Ukuran ketirusan bergantung pada diameter kiln. RCH memproduksi fire brick bentuk khusus sesuai gambar dengan press dan kiln sendiri, sehingga bentuk tirus untuk diameter kiln tertentu dapat dibuat sesuai kebutuhan. Kirim gambar atau diameter dalam shell agar tim kami dapat menghitung kombinasi bentuk yang dibutuhkan.
Castable dan low cement untuk ujung kiln
Low cement castable (RCH 60 LC dan RCH 70 LC) memiliki kuat tekan tinggi dan porositas rendah, cocok untuk nose ring, inlet, dan area lain yang abrasif. Syaratnya: diaduk dengan mixer paksa, dipadatkan dengan vibrator, takaran air ketat (6–7 %), dan bukan tipe self-flow. Setelah dicor, ikuti jadwal dry-out castable dengan disiplin, karena low cement castable yang padat lebih rawan meletup bila dipanaskan terlalu cepat. Produk lainnya ada di halaman refractory castable.
Contoh Perhitungan Volume Castable Nose Ring
Volume lapisan berbentuk cincin dapat dihitung dengan rumus: V = π × (R² − r²) × L, dengan R jari-jari dalam shell, r jari-jari dalam lining, dan L panjang area.
Contoh: diameter dalam shell 3,0 m (R = 1,5 m), tebal lining 0,2 m (r = 1,3 m), panjang area nose ring 1,0 m. V = 3,1416 × (2,25 − 1,69) × 1,0 = 3,1416 × 0,56 ≈ 1,76 m³. Dengan RCH 70 LC (kebutuhan ±2.650 kg/m³), kebutuhan material ≈ 1,76 × 2.650 ≈ 4.664 kg, atau sekitar 187 sak 25 kg, belum termasuk cadangan. Hitungan cepat juga bisa dilakukan di kalkulator refractory.
Penyebab Umum Kerusakan Lining Rotary Kiln
- Ovality shell berlebihan di dekat ban yang membuat bata retak atau lepas.
- Pemasangan bata yang longgar sehingga bata bergeser atau berputar (spiraling) di dalam shell.
- Serangan kimia dari alkali, sulfur, atau material proses yang tidak cocok dengan jenis refractory.
- Pemanasan dan pendinginan terlalu cepat saat start-up atau setelah kiln berhenti mendadak.
- Abrasi berat di inlet dan outlet akibat material kasar.
Rotary Kiln di Berbagai Industri
Di pabrik semen, produk RCH umumnya dipakai di bagian di luar zona bakar, seperti zona pemanasan, kalsinasi, inlet, nose ring, hood, dan preheater. Di smelter nikel dan mineral, rotary kiln dipakai untuk mengeringkan dan mereduksi bijih, dengan tantangan utama abrasi dan suhu. Kiln kapur dibahas di halaman tungku kapur dan kalsinasi. Karena kondisi tiap proses berbeda, rekomendasi sebaiknya dibuat berdasarkan data operasi kiln Anda.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apakah seluruh rotary kiln bisa dilapisi castable saja?
Bisa untuk kiln kecil atau kondisi tertentu, tetapi pada dinding silinder yang panjang, lapisan bata umumnya lebih toleran terhadap gerakan shell dan lebih mudah diganti per bagian. Castable lebih sering dipakai di ujung kiln dan bagian diam.
Apakah RCH menyediakan bata basa untuk zona bakar kiln semen?
Tidak. RCH memproduksi bata fireclay dan high alumina (SK-32 sampai SK-38), castable, mortar, dan material isolasi. Untuk zona bakar kiln semen yang membutuhkan bata basa, gunakan pemasok khusus bata basa.
Mortar apa yang dipakai untuk bata rotary kiln?
Bata rotary kiln umumnya dipasang dengan sambungan sangat tipis atau rapat sesuai metode pemasangan kiln. Jika memakai mortar, pilih refractory mortar yang sesuai grade bata, misalnya SK-38 untuk bata high alumina, dengan sambungan 1–3 mm. Konsultasikan metode pemasangan dengan tim kami.
Bagaimana memilih antara RCH 60 LC dan RCH 70 LC?
RCH 60 LC (berbasis bauksit, suhu kerja ±1.500°C) cocok untuk banyak area abrasif. RCH 70 LC (high alumina, ±1.550°C) dipilih untuk area yang lebih panas dan lebih berat seperti nose ring. Keputusan akhir mengikuti suhu dan kondisi operasi.
Ingin mendiskusikan lining rotary kiln Anda? Kirim diameter dan panjang kiln, material yang diproses, suhu kerja, serta foto kondisi lining melalui WhatsApp 0821-5198-5776 atau melalui halaman minta penawaran. Konsultasi dengan tim RCH tidak dipungut biaya.
BUTUH REKOMENDASI MATERIAL?
Kirimkan suhu operasi, jenis peralatan, ukuran area dan lokasi pengiriman. Tim Richo Refractory bantu merekomendasikan grade yang tepat dan menghitung kebutuhannya, gratis.
